Demikian disampaikan Corporate Secreratry WIKA, Natal Argawan dalam rilis limited review semester I, yang diterima detikFinance di Jakarta, Jumat (26/8/2011).
Perseroan juga memperoleh penjualan bersih Rp 3,31 triliun, atau naik 31,47% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 2,52 triliun. "Didukung oleh perolehan kontrak baru di bidang konstruksi sipil, bangunan gedung, utilitas dan energi juga didukung oleh laba dari kerja sama operasi yang meningkat 332% dari tahun lalu," terang Natal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontrak-Kontrak Baru WIKA hingga Agustus 2011 diantaranya :
Proyek Out of Pit Crushing & Conveying (OPCC), di Tutupan-Tobalong Kalimantan Selatan dari Adaro Group senilai Rp 738,06 miliar
Proyek PLTGU Borang 60 MW, Sumatera Selatan senilai Rp 815,66 miliar
Proyek PLTU 2x10 MW Ketapang, Kalimantan Barat senilai Rp 296,57 miliar
Bandara Sepinggan, Balikpapan senilai Rp 335,9 miliar
Proyek Pembangunan Jembatan Merah Putih, Ambon Rp 226,92 miliar
Proyek Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar senilai Rp 560 miliar
PLTG Rengat 20 MW Riau senilai Rp 128 miliar
dan, proyek JORR W2 senilai Rp 180 miliar.
"WIKA tetap optimis dapat mencatat kinerja keuangan konsolidasian yang solid hingga akhir 2011 nanti, sehingga makin mengukuhkan positioning WIKA sebagai perusahaan terbaik di bidang EPC (Engineering, Procurement, Construction)," jelas Natal.
(wep/ang)











































