Kenaikan bursa Asia ini karena para pelaku pasar mulai sedikit percaya diri karena kondisi ekonomi global diperkirakan akan lebih baik dari kekhawatiran semula.
Namun bursa Shanghai di Beijing, China yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia, jatuh karena belum jelasnya potensi ekonomi ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, bursa Hong Kong naik 1,01% dan bursa Shanghai turun 0,74%.
Saham-saham di bursa regional melanjutkan kenaikannya karena kepercayaan yang timbul akibat membaiknya data sektor manufaktur di AS yang merupakan jantung industri.
Pada perdagangan Rabu (31/8/2011), indeks Dow Jones naik 53,58 poin (0,46%) ke level 11.613,53. Indeks S&P500 naik 5,97 poin (0,49%) ke level 1.218,89, dan indeks Nasdaq naik 3,35 poin (0,13%) ke level 2.579,46.
Pasar mendapat dorongan saat Institute of Supply Management-Chicago melaporkan indeks data pembelian mencapai 56,5 di Agustus atau di atas prediksi para analis.
Di tempat terpisah juga dilaporkan sektor swasta di AS menciptakan 91 ribu lapangan kerja di Agustus, ini masih lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Namun, selama Agustus, indeks Dow Jones turun 4,4% setelah pasar bergejolak akibat kisruh penyelesaian utang di AS, dan penurunan rating dari Standard & Poor's. Ini menimbulkan ketakutan terjadinya resesi, belum lagi ada kekhawatiran krisis utang di Eropa.
(dnl/dnl)











































