Ketakutan Krisis, Bursa Eropa 'Memerah'

Ketakutan Krisis, Bursa Eropa 'Memerah'

Wahyu Daniel - detikFinance
Senin, 05 Sep 2011 19:13 WIB
Ketakutan Krisis, Bursa Eropa Memerah
Jakarta -

Saham-saham di bursa Eropa jatuh pada perdagangan hari ini, dengan penurunan tertinggi pada bursa Paris sebesar 4%. Penurunan terjadi karena tekanan krisis utang dan risiko krisis yang makin besar.

Harga surat utang yang diterbitkan Yunani dan Italia jatuh tajam yang mengakibatkan suku bunga surat utang menjadi tinggi.

Nilai tukar euro juga jatuh terhadap dolar AS karena investor mengalihkan investasinya dari Eropa yang diselimuti sentimen krisis utang. Sementara harga emas naik di atas US$ 1.900 per ounce.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gubernur Bank sentral Eropa Jean-Claude Trichet mengingatkan perlunya sebuah kebijakan penyelamatan tahap dua bagi Yunani sehingga terhindar krisis utang. Sementara Direktur IMF Christine Lagarde kembali mengingatkan bank-bank di Eropa perlu modal ekstra untuk bisa bertahan dari krisis utang yang terjadi.

"Saat ini saham bank masih di dalam tekanan karena kondisi di Eropa. Kesempatan untuk perbaikan keadaan makin tipis karena utang yang makin besar, jelas Analis Manoj Ladwa seperti dikutip dari AFP, Senin (5/9/2011).

Pada awal perdagangan, bursa Paris jatuh 4%, bursa London jatuh 2,45%, dan Frankfurt turun 3,85%. Bursa Madrid turun 3,63%, dan bursa Milan turun 3,67%.

Bursa Asia juga jatuh tajam dipimpin penurunan bursa Tokyo 1,86%.

Seperti diketahui, pemerintah AS menuntut ganti rugi senilai US$ 200 miliar kepada perbankan karena kerugian krisis subprime mortgage di 2008 lalu. Bahkan pihak berwenang AS menuntut 17 bank besar senilai miliaran dolar AS karena kerugian subprime mortgage tersebut.

Hal ini menyebabkan saham-saham perbankan di Eropa berada di 'zona merah' pada perdagangan hari ini. Saham Royal Bank of Scotland terjun 10,39%, saham Barclays turun 6,6%, saham Deutsche Bank jatuh 8,92%, dan saham Societe Generale turun 8,84%.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads