Swiss Membatasi Gerak Mata Uangnya, Bursa Eropa Mulai Stabil

Swiss Membatasi Gerak Mata Uangnya, Bursa Eropa Mulai Stabil

Nurul Qomariyah - detikFinance
Selasa, 06 Sep 2011 19:36 WIB
Swiss Membatasi Gerak Mata Uangnya, Bursa Eropa Mulai Stabil
London -

Bank Sentral Swiss atau Swiss National Bank (SNB) memutuskan untuk membatasi gerak mata uangnya, franc yang sudah menguat secara berlebihan. Keputusan Swiss itu langsung membuat mata uang tunggal euro melonjak, sementara bursa Eropa yang kemarin jatuh kini menjadi stabil.

SNB memutuskan untuk menjaga pergerakan minimum mata uangnya di kisaran 1,20 franc terhadap euro. Otoritas itu mengaku akan mengupayakannya dengan membeli mata uang asing dalam jumlah yang tidak terbatas.

Keputusan itu diambil setelah franc melonjak secara tajam terhadap euro dan dolar AS dalam beberapa bulan terakhir, karena investor terus membeli mata uang swiss itu yang dianggap sebagai tempat yang aman untuk investasi sehubungan dengan krisis di kawasan Eropa dan AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut SNB, penguatan franc yang terus menerus tersebut bisa mengancam perekonomian Swiss.

Sesaat usai pengumuman itu, euro diperdagangkan di atas target 1,20 franc, setelah sempat diperdagangkan di kisaran 1,10 franc. Euro juga menguat atas dolar AS dan diperdagangkan pasar kisaran US$ 1,4173.

"Seseorang akan berpikir 2 kali untuk berspekulasi melawan target ini karena SNB dengan dinding di belakangnnya melawan," ujar Alessandro Bee, ekonom Bank Sarasin, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/9/2011).

Langkah Swiss tersebut langsung mengguncang aset-aset lain, termasuk emas yang akhirnya turun 0,5% setelah sempat mencetak rekor hingga US$ 1.920,30 per ounce. Harga emas pada awal perdagangan Selasa di London diperdagangkan di level US$ 1.893 per ounce.

Sementara Bursa-bursa Eropa pada awal perdagangan Selasa ini juga sudah mulai membaik. Indeks FTSE 100 naik 1,45% menjadi 5.177,12, DAX 30 Frankfurt menguat 1,09% menjadi 5.303,69 dan CAC 40 Paris menguat 0,84 persen mennjadi 3.024,47, Madrid naik 0,11% dan Milan flat,

Bursa Eropa pada perdagangan Senin kemarin merosot lebih dari 4% karena munculnya kekhawatiran baru seputar kemampuan kawasan Eropa memecahkan masalah utangnya.

"Apa yang mendorong kenaikan harga saham-saham bukanlah 'bulishness' yang baru, tapi investor sedang mencoba membuat uang dengan cepat dan mengambil saham-saham dalam jangka pendek dengan harapan bisa menguat dengan cepat," ujar Giles Watss, head of equities City Index.

(qom/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads