"Nilai tukar rupiah secara rata-rata menguat tipis 0,05% ke level Rp 8.525 per dollar AS dengan volatilitas menurun, meskipun sempat tertekan oleh faktor sentimen global terkait kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS dan Eropa," demikian hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan BI yang disampaikan Kepala Biro Humas BI Difi Johansyah di Jakarta, Kamis (9/8/2011).
BI menjelaskan, penguatan rupiah masih ditopang oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat dan imbal hasil yang menarik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cadev Kokoh Di US$ 126,4 Miliar
BI juga mencatat cadangan devisa RI per akhir Agustus 2011 sebesar US$ 124,6 miliar.
"Angka tersebut setara dengan 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," tuturnya.
Menurut Difi, BI memperkirakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III-2011 mengalami surplus yang lebih rendah dari tahun sebelumnya.
"Impor diperkirakan akan terus terakselerasi seiring dengan kegiatan ekonomi domestik yang meningkat sehingga tekanan terhadap transaksi berjalan cenderung meningkat," paparnya.
(dru/ang)











































