"Selama seminggu ini, posisi net buy asing sudah Rp 600 miliar, Padahal di bulan Agustus selalu posisi net sell," jelas Direktur Utama BEI, Ito Warsito kepada rekan media di Jakarta, pekan lalu.
Ia menjelaskan, selama bulan Agustus investor asing hanya keluar dari Bursa saham Indonesia. Namun tidak benar-benar membawa uang mereka di luar negeri. Posisi net sell di bulan Agustus, menurut Ito, semata-mata karena investor asing tengah mengkonsolidasikan pengelolaan dana mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada alasan investor asing keluar dari Indonesia. "Apa yang dicari, Indonesia fundamentalnya bagus. Laba emiten di triwulan II bagus, dan umumnya (Bursa) kita lebih bagus," tegas Ito.
Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), posisi net sell atau aksi jual investor asing selama Agustus 2011 mencapai Rp 8,45 triliun. Posisi ini bertolakbelakang dari posisi Juli yang mencatat net buy atau aksi beli RP 5,19 triliun.
Dalam Laporan Tinjauan Kebijakan Moneter BI, tekanan jual di Agustus terbesar dialami oleh emiten di sektor pertambangan dan properti. Kondisi fundamental makro ekonomi serta mikro emiten yang cukup solid mampu menahan sentimen negatif pasar keuangan global terhadap pergerakan IHSG.
Sementara itu, Ito mengaku bangga akan investor domestik yang tidak lagi menjadi pengikut investor asing. Dimana saat asing mencatat posisi net buy di bulan Agustus, investor domestik juga melakukan pembelian saham-saham berfundamental baik.
"Kejadian penting adalah, investor domestik yang ambil inisiatif. Tidak lagi menjadi pengikut asing. Dan seperti yang telah saya sampaikan, investor global tidak bisa meningggalkan Indonesia," imbuh Ito.
(wep/dnl)










































