Demikian disampaikan Direktur Keuangan Djaja Nasution di Pasific Place, SCBD, Jakarta, Senin (12/9/2011).
Penerbitan obligasi dolar AS ini menjadi bagian awal dari rangkaian pendanaan eksternal untuk membiayai proyek feronikel di Halmahera senilai US$ 350 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan pun telah menunjuk tiga penjamin emisi (underwriter) atas obligasi ini. Mereka adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Deutsche Bank, dan PT Standard Chartered Bank Indonesia.
Memang, Antam berencana membangun proyek Feronikel di Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara. Proyek tersebut membutuhkan investasi mencapai US$ 1,6 miliar.
Sekitar US$ 600 juta rencanaya akan didanai oleh PLN, sementara sisanya sebesar Rp 1 miliar, sebanyak 65% akan diambil dari dana internal sementara sisanya 35% dari eksternal.
Djaya sebelumnya mengaku tengah menggodok skema pendanaan eksternal, dengan kebutuhan US$ 350 juta.
"Jadi ini obligasi berjangka, ada waktunya. Patokannya kita ya US$ 350 juta dan yang penting kita tidak menarik full sebesar itu. Kita akan launch sekian persen sesuai kebutuhan. Kalau ditarik semua kita takut nanti tidak terpakai," tegasnya kala itu.
(wep/ang)











































