Pasar Respon Positif Pilpres
Indeks BEJ Melejit 23,230 Poin
Selasa, 06 Jul 2004 16:27 WIB
Jakarta - Respon positif dari pelaku pasar terhadap hasil sementara pemilihan presiden dan wakil presiden, membuat indeks Bursa Efek Jakarta (BEJ) meningkat drastis. Pasalnya, pasangan capres-cawapres yang memimpin perolehan suara dinilai sudah memenuhi harapan pasar. Pada penutupan perdagangan saham Selasa (6/7/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melejit 23,230 poin dan ditutup di level 768,255. Sedangkan indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham yang paling aktif ditransaksikan naik 5,728 poin pada level 169,414, Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,747 poin pada level 130,213, Indeks Papan Utama (MBX) naik 7,522 poin pada level 210,770 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) naik 3,293 poin pada level 171,100.Perdagangan di pasar reguler berlangsung ramai dengan frekuensi yang terjadi sebanyak 24.337 kali pada volume 4.569.817 lot saham senilai Rp 1,429 triliun. Sebanyak 82 saham mencatat kenaikan harga, 46 saham mengalami penurunan harga dan 261 saham lainnya stagnan.Saham-saham yang mencatat kenaikan harga di jajaran top gainer di antaranya International Nickel (INCO) naik Rp 2.400 menjadi Rp 36.400, Telkom (TLKM) naik Rp 400 menjadi Rp 8.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 menjadi Rp 14.500 dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 200 menjadi Rp 5.500.Saham-saham perbankan juga mendominasi top gainer seperti Bank Danamon (BDMN) naik Rp 150 menjadi Rp 3.050, Astra Internasional (ASII) naik Rp 100 menjadi Rp 5.850, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 menjadi Rp 1.300, Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi Rp 4.225, Bank BRI (BBRI) naik Rp 75 menjadi Rp 1.800, Bank BCA (BBCA) naik Rp 75 menjadi Rp 1.875 serta Bumi Resources (BUMI) naik Rp 50 menjadi Rp 625.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di deretan top loser antara lain Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 50 menjadi Rp 2.200, Arwana Citramulia (ARNA) turun Rp 25 menjadi Rp 250, Bank Lippo (LPBN) turun Rp 25 menjadi Rp 525, Timah (TINS) turun Rp 25 menjadi Rp 1.775 dan Indosiar (IDSR) turun Rp 25 menjadi Rp 500.Direktur Utama BEJ Erry Firmansyah mengatakan, kenaikan indeks yang signifikan merupakan dampak pelaksanaan pilpres yang berjalan lancar. Apalagi hasil perhitungan sementara sudah mencerminkan harapan pasar. Erry berharap, momentum kenaikan ini akan terus berlanjut sehingga indeks bisa naik secara konsisten dengan nilai perdagangan yang signifikan.
(ani/)











































