ARA yang telah dilakukan selama 10 tahun ini mencakup pengungkapan informasi yang lebih rinci tentang aspek pelaksanaan GCG, pengungkapan analisa dan pembahasan manajemen atas kinerja manajemen, dan pengungkapan informasi keuangan.
Terdapat delapan kategori yang diperlombakan. Dimana masing-masing memiliki tiga pemegang dan mendapat hadiah yang menarik dari penyelenggara. Tahun ini, terdapat 191 perusahaan yang berpartisipasi dalam ARA 2010. Jumlah ini meningkat dibanding penyelenggaran perdana ARA, yang hanya 80 perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juara Umum: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
Kategori BUMN Keuangan Listed
1. PT Bank Tabungan Negara Tbk
2. PT Bank Negara Indonesia Tbk
3. PT Bank Mandiri Tbk
Kategori BUMN Keuangan Non-Listed
1. PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim
2. PT Jamsostek (Persero)
3. PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero)
Kategori BUMN Non-Keuangan Listed
1. PT Bukit Asam Tbk
2. PT Perusahaan Gas Negara Tbk
3. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Kategori BUMN Non-Keuangan Non-Listed
1. PT Garuda Indonesia Tbk
2. PT Perkebunan Nusantara XIII
3. PT Perkebunan Nusantara IV
Kategori Private Keuangan Listed
1. PT Bank CIMB Tbk (BNGA)
2. PT Adira Dinamika Multifinance Tbk
3. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Kategori Private Keuangan Non-Listed
1. PT Bank Syariah Mandiri
2. PT Bank Kesejahteraan Ekonomi
3. PT Bank UOB Buana
Kategori Private Non Keuangan Listed
1. PT Pupuk Kalimantan Timur
2. PT Bakrieland Development Tbk
3. PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk
Kategori Private Non Keuangan Non-Listed
1. PT Indonesia Power
2. PT Pembangkitan Jawa Bali
3. PT GMF AeroAsia
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo pun mengapreasiasi penghargaan ini. Diharapkan pemenang benar mewujudkan konsep GCG dalam menjalankan usahanya.
"Ini adalah inisiatif, agar ekonomi tumbuh. Dimana pada kuartal II ekonomi Indonesia telah tumbuh 6,5%. Angka ini naik 10-15% dibandingkan sebelumnya," tutur Agus di Hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Rabu (14/9/2011) malam.
Ia pun berharap angka pertumbuhan 6,5% dapat bertahan hingga penghujung tahun 2011. "Dan ekonomi kita bisa meningkat 6,7% di tahun 2012," ucapnya.
Dunia pasar modal, lanjut Agus, telah tumbuh signifikan. Gonjang-ganjing ekonomi dunia akibat kekhawatiran krisis di Eropa dan AS, membawa bursa dunia mengalami pertumbuhan negatif. Namun bursa Indonesia masih dapat bertahan, bahkan tumbuh 4-5%.
"Kita bersyukur, indeks masih naik dari awal tahun 4-5% sampai saat ini. Saat dunia mencatat negatif. Kapitalisasi pasar modal juga telah mencapai Rp 3.500 triliun, naik 7-8% sejak awal tahun. Ini adalah peran seluruh masyarakat," imbuhnya.
(wep/qom)











































