Menurut Direktur Solusi Tunas Pratama Juliawati Gunawan, fasilitas perbankan ini terdiri dari RBS Bank, Standard Chartered Bank, Bank CIMB Niaga, dan Bank Mandiri. Opsi pinjaman ini guna melengkapi pendanaan dari IPO, sekitar Rp 380 miliar.
"Dana digunakan untuk pembangunan, yang saat ini lebih bertumbuh dari sisi jumlah dari pada service. Posisi bisnis menara memang sedang tumbuh, maka banyak terjadi akuisisi atau pembangunan," ungkapnya di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (20/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, terkait saham perdana PT Solusi Tunas Pratama Tbk, kata Presiden Direktur Ciptadana Securities, Ferry Budiman Tanja, akan banyak diserap investor domestik, khususnya institusi. Dengan hanya melepas 100 juta lembar, maka institusi dianggap lebih tertarik.
Dengan kisaran harga per saham Rp 3.200-3.800, lanjut Ferry, merupakan harga diskon. "Kami menggunakan pendekatan EV Ebitda di level 8 kali, diskon 10%. Dimana perusahaan sejenis Ev Ebitda rata-rata 10 kali," ucap Ferry.
Sampai dengan akhir tahun ini, STP membidik pendapatan Rp 300 miliar dengan marjin Ebitda sekitar 85%. Hingga kini perseroan memiliki menara telekomunikasi sebanyak 1.121 tower, dimana sebagian besar berlokasi di Jabodetabek.
(wep/ang)











































