Penerbitan obligasi Rp 2 triliun di tahun ini akan digunakan untuk menutup pembiayaan baru perseroan yang mencapai Rp 9 triliun
Hal ini disampaikan Direktur Keuangan Adira, I Dewa Made Susila saat ditemui di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (22/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan pun telah menunjuk empat penjamin emisi atas penerbitan obligasi ini, diantaranya Standard Chartered, Mandiri Sekuritas, IndoPremier Securities, dan CIMB Securities. Pemeringkatan juga tengah dalam proses dan diharapkan pada Oktober telah tuntas.
"Kami akan membagi seri obligasi berdasarkan kebutuhan. Biasanya tiga sampai empat seri. 1-3 tahun tergantung market," tuturnya.
Kebutuhan dana untuk pembiayaan yang masih dicari perseroan Rp 4 triliun. Setelah obligasi, Adira juga tengah melakukan finalisasi pinjaman perbankan dan penerbitan Medium Term Note. Keduanya bernilai total Rp 2 triliun.
"Saat ini masih dalam tahap negosiasi bunga. Belum deal bunga," terangnya.
Melihat perkembangan pasar otomotif yang terus meningkat hingga tahun depan, perseroan optimistis pembiayaan mereka tetap melaju kencang. Pasar motor masih mendominasi pembiayaan Adira.
"Kami masih motor yang terbesar, 60-65%. Namun mobil meski kecil tapi nilainya cukup signifikan," tuturnya.
(wep/dnl)











































