Bursa Saham Ambruk, BEI Tak Perlu Intervensi

Bursa Saham Ambruk, BEI Tak Perlu Intervensi

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2011 17:01 WIB
Bursa Saham Ambruk, BEI Tak Perlu Intervensi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur deras ke level 3.369,143. Penurunan IHSG paling tinggi, 8,88% dibandingkan bursa regional. Namun hal ini wajar dan tidak perlu ada antisipasi khusus dari otoritas Bursa.

"Apa yang terjadi saat ini tidak terlalu mengejutkan. Pasar turun adalah wajar, dan buat apa reaksi berlebihan," ungkap Vice President Riset valbury Asia Futures, Nico Omer Jonckheere dalam perbincangan dengan detikFinance, Jakarta, Kamis (22/9/2011).

Kondisi penurunan terus terjadi sejak awal Agustus. Indeks juga terus melemah hingga sesi II perdagangan hari ini yang masih berlangsung. Posisi IHSG terbenam di level 3.400, atau akhirnya tutup di level 3.369.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nico memperkirakan, penurunan indeks akan masih terjadi dalam jangka pendek. Setidaknya hingga Oktober 2011. Pasar mulai akan merangkak naik di November-Desember mendatang, menyusul reaksi investor di dunia akan pertemuan lanjutan The Fed.

"Saat November akan pergerakan, karena ada stimulus lanjutan. Dan ditambah membaiknya data ekonomi Eropa," paparnya.

Pelemahan Indeks dalam negeri menjadi cerminan investor mengalami kepanikan dan lebih memilih mengamankan portofolio investasinya sebelum jatuh lebih dalam. Tercatat seluruh saham mengalami terkena tekanan jual.

Pelemahan rupiah juga tidak kuasa terbendung. Dimana mata uang lokal berada pada level Rp 8.750 per dolar AS, namun lebih baik dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.900 per dolar AS.

Turunnya indeks mengikuti bursa regional yang dipengaruhi oleh data ekonomi China dan pernyataan The Fed terkait peluang memburuknya ekonomi global. "Namun sampai maret tahun depan bisa ada turun kembali, siklus ini akan terus berlangsung hingga 2013," imbuh Nico.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads