Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjllok 92 poin akibat tekanan jual yang belum mereda. Investor belum berhenti mengurangi portofolionya supaya tidak jatuh terlalu dalam.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di posisi Rp 8.670 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.750 per dolar AS.
Pada perdagangan preopening, IHSG langsung anjlok 90,949 poin (2,69%) ke level 3.278,194. Sedangkan Indeks LQ 45 ambruk 22,576 poin (3,90%) ke level 555,631.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG terkoreksi 67,514 poin (2,00%) ke level 3.301,629. Sementara Indeks LQ 45 terpangkas 12,693 poin (2,20%) ke level 565,514.
Kemarin, IHSG terjun bebas 328 poin akibat aksi jual masif yang dilakukan investor lokal dan asing. Indeks mencetak rekor koreksi terburuk di Asia dan kembali bertengger di level 3.300.
Koreksi IHSG kemarin merupakan penurunan terburuk harian sejak krisis keuangan 2008 lalu. Semalam, bursa saham Wall Street melanjutkan kejatuhannya hingga lebih dari 3% didorong oleh kekhawatiran masuknya ekonomi global ke masa resesi.
Sentimen ini juga mendorong bursa-bursa di Asia kembali ambles ke zona merah dengan pelemahan yang cukup signifikan. Belum ada sentimen negatif yang mampu memberikan angin segar terhadap pergerakan bursa Asia.
Berikut situasi bursa-bursa regional pagi ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 26,93 poin (1,10%) ke level 2.416,13.
- Indeks Hang Seng anjlok 510,78 poin (2,85%) ke level 17.401,17.
- Indeks Straits Times ambruk 56,76 poin (2,09%) ke level 2.663,77.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat di posisi Rp 8.670 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.750 per dolar AS.











































