PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tidak akan melakukan pembelian kembali alias buyback saham perseroan meski harganya sudah sangat murah akibat pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin. Perusahaan plat merah itu tidak menganggarkan dana untuk buyback.
Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito mengatakan, dana perseroan yang tersedia saat ini seluruhnya akan digunakan untuk pengembangan usaha, salah satunya adalah mengakuisisi tiga ruas tol tahun ini.
"Kita tidak alokasikan dana untuk buyback, semua dana yang ada akan dipakai untuk pengembangan usaha," katanya ketika dihubungi detikFinance, Jumat (23/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negosiasi masih berlangsung, tapi yang satu sudah hampir final. Sisanya dua lagi sedang pembicaraan," ujarnya.
Dalam pengembangan ruas tol Jasa Marga ke depan, Frans mengatakan, perseroan mengincar ruas-ruas tol trans-jawa dan tol lingkar luar, baik itu di Jakarta dan Surabaya.
Selain menggunakan dana internal, perseroan juga akan menggunakan dana eksternal. Sumbernya, dari pinjaman perbankan dan penerbitkan surat utang.
"Jadi biasanya untuk akuisisi kita pakai dana internal dan pinjaman bank. Setelah dibeli, dikembangkan dan beroperasi, untuk membayar utangnya kita pakai obligasi karena bunganya lebih murah dan jangka panjang," imbuhnya.
Pada krisis tahun 2008 lalu, perseroan sudah melakukan pembelian kembali saham JSMR saat harganya jatuh. Rencana itu merupakan inisiatif perseroan sejalan dengan imbauan yang diberikan Menteri BUMN yang kala itu dijabat Sofyan Djalil.
"Dulu kita memang ada buyback sedikit, tapi angkanya saya lupa. Kalau untuk yang sekarang tidak (buyback). Drop (jatuhnya) saham di Indonesia tidak terlalu besar," ujarnya. (ang/dnl)











































