Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di Rp 8.920 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.750 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka jatuh 92,462 poin (2,75%) ke level 3.276,681 akibat tekanan jual yang belum mereda. Investor belum berhenti mengurangi portofolionya supaya tidak jatuh terlalu dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 25,613 poin (0,76%) ke level 3.394,756. Indeks pun menjadi satu-satunya bursa di Asia yang menguat.
Cukup tingginya minat beli investor lokal mengantarkan IHSG ke posisi tertingginya hari ini di 3.421,917. Suasana perdagangan di lantai bursa mulai sedikit bergairah.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (23/9/2011), IHSG ditutup menguat 57,203 poin (1,69%) ke level 3.426,346. Sementara Indeks LQ 45 ditutup menanjak 14,511 poin (2,50%) ke level 592,718.
Aksi beli selektif mendorong saham-saham unggulan yang sudah murah menguat. Begitu pula dengan indeks sektoral, yang mayorits menghijau, hanya sektor agro, tambang, perdagangan, dan properti yang masih melemah.
Investor lokal mendominasi pembelian saham, sementara investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 603,375 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 152.167 kali pada volume 4,548 miliar lembar saham senilai Rp 5,389 triliun. Sebanyak 147 saham naik, sisanya 110 saham turun, dan 62 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional ditutup melemah akibat investor khawatir tentang resesi ekonomi global, terutama berasal dari pertumbuhan ekonomi AS yang stagnan dan krisis utang zona Eropa.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 9,90 poin (0,41%) ke level 2.433,16. Â
- Indeks Hang Seng anjlok 243,12 poin (1,36%) ke level 17.668,83. Â
- Indeks Nikkei 225 ambruk 180,90 poin (2,07%) ke level 8.560,26. Â
- Indeks Straits Times jatuh 19,75 poin (0,73%) ke level 2.700,78. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 6.000 ke Rp 119.000, Multibreeder (MBAI) turun Rp 3.800 ke Rp 15.400, Mayora (MYOR) turun Rp 350 ke Rp 13.200, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 300 ke Rp 4.650.
(ang/dnl)











































