Bapepam Beri Izin Efektif Rights Issue Jababeka dan Clipan

Bapepam Beri Izin Efektif Rights Issue Jababeka dan Clipan

- detikFinance
Minggu, 25 Sep 2011 12:47 WIB
Bapepam Beri Izin Efektif Rights Issue Jababeka dan Clipan
Jakarta - Bapepam-LK telah memberi pernyataan efektif atas Penawaran Umum Terbatas (PUT) dalam rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue kepada PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) akhir pekan ini.

Demikian disampaikan Kepala Biro PKP Sektor Jasa, Gonthor R. Azis dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (23/9/2011).

"Bapepam-LK memberikan Pernyataan Efektif kepada PT Kawasan Industri Jababeka Tbk, nilai emisi Rp 1,509 triliun. Juga kepada PT Clipan Finance Indonesia Tbk. Nilai PUT V Clipan Rp 468,6 miliar," kata Gonthor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, KIJA akan menggunakan dana hasil penjualan saham untuk akuisisi saham PT Banten West Java Tourism Development (BWJ) dan saham PT Tanjung Lesung Leisure Industry (TLLI), melalui pelunasan surat utang yang akan diterbitkan oleh perseroan dalam rangka rencana akuisisi saham BWJ dan TLLI tersebut. "Untuk Advisor Jababeka, PT Danareksa," tambahnya.

KIJA juga telah menunjuk Meadowood Capital Ltd dan Green Emerald Investment Ltd. sebagai pembeli siaga atas transaksi tersebut.

Sementara itu, PT Clipan Finance anak usaha Grup Panin juga menggelar rights issue. PUT kelima Clipan yang telah mendapat izin efektif ini bernilai Rp 468,6 miliar.

"Rencana penggunaan dananya untuk meningkatkan modal kerja perseroan dalam pembiayaan konsumen (10%), sewa guna usaha (60%), dan anjak piutang (30%)," tegas Gonthor.

Clipan awalnya menargetkan dan Rp 585,7 miliar dari rights issue tersebut. Dengan menerbitkan saham baru sebanyak 1,17 miliar lembar, dengan harga Rp 500 dan bernilai nominal Rp 250. Bertindak sebagai pembeli siaga aksi korporasi itu adalah PT Evergreen Capital. Jika pemegang saham existing tidak mengeksekusi haknya, terancam terdilusi 31,03%.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads