"Kami telah mendapatkan order on hand dan pembiayaan senilai total US$ 25,3 juta dengan sejumlah perusahaan. Kerjasama tersebut berupa order on hand sebanyak 62 unit alat berat senilai US$ 20,5 juta dan pembiayaan sebanyak 28 unit atau senilai US$ 4,8 juta," kata Presiden Direktur INTA Petrus Halim dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/9/2011)
Dalam ajang Mining Expo tersebut, salah satu anak perusahaan INTA, yakni PT Intan Baruprana Finance juga meraih kerjasama pinjaman berupa executing facility senilai Rp 75 miliar dengan BNI Syariah dimana seluruhnya akan dipergunakan untuk mendanai ekspansi pembiayaan alat berat, baik yang diageni INTA maupun non INTA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Direktur IBF yang sekaligus Direktur Keuangan INTA Fred L. Manibog mengatakan hingga akhir Agustus 2011 telah mencatat total pembiayaan alat berat baik secara konvensional maupun syariah senilai Rp 630 miliar atau mencapai 63% dari target 2011 sebesar Rp 1 triliun. Dari jumlah tersebut, pembiayaan berbasis syariah mendominasi dengan porsi 70%, sedangkan sisanya 30% konvensional.
"Porsi syariah meningkat dibanding posisi per Agustus 2010 yang mencapai 60% dari total pembiayaan. Untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan alat berat, IBF juga berharap akan dapat melakukan IPO pada awal 2013," katanya.
Petrus semakin optimistis bahwa pencapaian INTA Grup hingga akhir tahun ini termasuk IBF menjadi landasan yang kuat untuk terus tumbuh berkembang di tahun 2012 mendatang dimana kami masih menantikan finalisasi akuisisi tambang batubara.
(hen/hen)











































