Intraco Penta Kantongi Order US$ 25,3 Juta

Intraco Penta Kantongi Order US$ 25,3 Juta

- detikFinance
Minggu, 25 Sep 2011 13:51 WIB
Intraco Penta Kantongi Order US$ 25,3 Juta
Jakarta - Perusahaan alat berat PT Intraco Penta Tbk (INTA) mendapatkan order on hand dan pembiayaan senilai total US$ 25,3 juta. Nilai order itu berasal dari ajang Mining Expo 2011 yang berlangsung 21-23 September 2011 di Jakarta.

"Kami telah mendapatkan order on hand dan pembiayaan senilai total US$ 25,3 juta dengan sejumlah perusahaan. Kerjasama tersebut berupa order on hand sebanyak 62 unit alat berat senilai US$ 20,5 juta dan pembiayaan sebanyak 28 unit atau senilai US$ 4,8 juta," kata Presiden Direktur INTA Petrus Halim dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/9/2011)

Dalam ajang Mining Expo tersebut, salah satu anak perusahaan INTA, yakni PT Intan Baruprana Finance juga meraih kerjasama pinjaman berupa executing facility senilai Rp 75 miliar dengan BNI Syariah dimana seluruhnya akan dipergunakan untuk mendanai ekspansi pembiayaan alat berat, baik yang diageni INTA maupun non INTA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga akhir Agustus 2011, INTA telah mencatatkan penjualan alat berat hingga 985 unit, atau telah mencapai 76% dari target 2011 sebanyak 1.293 unit," katanya

Presiden Direktur IBF yang sekaligus Direktur Keuangan INTA Fred L. Manibog mengatakan hingga akhir Agustus 2011 telah mencatat total pembiayaan alat berat baik secara konvensional maupun syariah senilai Rp 630 miliar atau mencapai 63% dari target 2011 sebesar Rp 1 triliun. Dari jumlah tersebut, pembiayaan berbasis syariah mendominasi dengan porsi 70%, sedangkan sisanya 30% konvensional.

"Porsi syariah meningkat dibanding posisi per Agustus 2010 yang mencapai 60% dari total pembiayaan. Untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan alat berat, IBF juga berharap akan dapat melakukan IPO pada awal 2013," katanya.

Petrus semakin optimistis bahwa pencapaian INTA Grup hingga akhir tahun ini termasuk IBF menjadi landasan yang kuat untuk terus tumbuh berkembang di tahun 2012 mendatang dimana kami masih menantikan finalisasi akuisisi tambang batubara.


(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads