Wika Tambah Investasi Dua Pembangkit Listrik di 2012

Wika Tambah Investasi Dua Pembangkit Listrik di 2012

- detikFinance
Minggu, 25 Sep 2011 14:17 WIB
Wika Tambah Investasi Dua Pembangkit Listrik di 2012
Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk terus memperkuat investasi dibidang energi dan infrastruktur. Pada tahun 2012 Wika berencana berinvestasi untuk PLTG Siak 28 MW dengan nilai kontrak Rp 350 miliar dan kerjasama investasi PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro) 13 MW Jawa Barat Rp 300 miliar.

Demikian keterangan tertulis perseroan yang diterima detikFinance, Minggu (25/9/2011)

Pada Februari 2011, Wika sudah menyelesaikan proyek investasi pertama dibidang energi yaitu PLTD Pesanggaran Bali 3x18 MW yang memakai sistem BOT (Build, Operate, Transfer)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wika juga tengah melaksanakan 3 proyek investasi pembangkit yaitu PLTD Ambon 25 MW, PLTD Borang 60 MW dan PLTG Rengat 20 MW. Target total penjualan per tahun mulai 2012 hingga 2019 dari keempat proyek investasi tersebut adalah Rp 469,99 miliar dengan total laba per tahun Rp 46,99 miliar.

Selain itu ada juga investasi Wika Beton yaitu penambahan pabrik beton seluas 15,5 hektar di Kerawang, Jawa Barat. Pabrik baru telah mendapatkan order girder sebanyak 28.000 ton yang diproduksi sejak 15 Juli 2011 lalu.

Hal ini untuk memenuhi kebutuhan beberapa proyek yang salah satunya adalah Proyek Jalan Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang yang dikerjakan oleh Wika, Jasa Konstruksi, AdhiKarya, Istaka Karya dan Waskita Karya.

Selain investasi di bidang energi, Wika juga melakukan investasi di bidang infrastruktur. Setelah diresmikannya Tol Sumo Seksi 1-A atau Waru-Sepanjang yang didanai oleh Marga Nujyasmo Agung yaitu Konsorsium Jasa Marga-Wika-Moeladi sepanjang 2,3 Km dari total panjang 36,27 Km pada tanggal 27 Agustus 2011 lalu. Saat ini Wika sedang menyelesaikan jalan tol Sumo Seksi I-B dan Seksi 4 atau Krian-Mojokerto.

Wika juga akan berinvestasi untuk jalan Tol Serangan-Tanjung Benoa di Bali sepanjang 10 Km, akan dibangun oleh konsorsium Jasa Marga, Pelindo III, PT Angkasa Pura I, Bali Tourism Development Center, Hutama Karya, Wika, dan Adhi Karya. Selain Wika Beton, Wika Realty juga berinvestasi untuk pembangunan apartemen, kondotel dan perkantoran di Wilayah Cawang Jakarta Timur.

"Dengan adanya recurring income (pendapatan berkelanjutan) dari kegiatan investasi tersebut akan lebih memperkuat penjualan dan laba perseroan sehingga perseroan akan semakin selektif terhadap pasar," kata Direktur Utama Wika Bintang Perbowo.

Kantongi Kontrak Rp 8,1 Triliun

Pada Agustus 2011 Wika membukukan Kontrak Baru senilai Rp 1,5 triliun. Dengan demikian total kontrak baru hingga Agustus 2011 adalah Rp 8,1 triliun atau 156% dari realisasi tahun lalu. Capaian itu setara dengan 65,9% dari target kontrak baru 2011.

Dengan tercapainya Kontrak baru senilai Rp 8,1 triliun ini maka Wika optimis mampu mencapai target kontrak baru senilai Rp 12,3 triliun sampai akhir 2011, bahkan diperkirakan mampu melampaui target.

Kontrak-kontrak itu berasal dari beberapa proyek baru, untuk unit bisnis Wika induk yaitu konstruksi sipil, bangunan gedung, industrial plant dan energi. Maupun anak perusahaan yaitu Wika Beton, Wika Intrade, Wika Realty, Wika Gedung, Wika Jabar Power, Wika Insan Pertiwi.

Beberapa proyek konstruksi sipil yang diperoleh antara lain adalah proyek Jembatan Merah Putih senilai Rp 219,26 miliar dan Proyek Flyover Ahmad Yani Summarecon Bekasi senilai Rp 144,50 miliar. Selain itu ada, bangunan gedung beberapa proyeknya yaitu Bandara Sepinggan Balikpapan senilai Rp 335,9 miliar dan Proyek Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar senilai Rp 561 miliar.

Sedangkan bisnis unit industrial plant antaralain Proyek Out of Pit Crushing & Conveying (OPCC) yang berlokasi di Tutupan-Tobalong Kalimantan Selatan dari Adaro Group senilai Rp 738,06 miliar.

Sementara untuk Energi di antaranya adalah Proyek PLTGU Borang 60 MW di Sumatera Selatan senilai Rp 815,66 miliar, Proyek PLTU 2x10 MW Ketapang Kalimantan Barat senilai Rp 296,57 miliar, dan PLTG Rengat 20 MW Riau senilai Rp 128 miliar.


(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads