Menurut Corporate Secretary & Investor Relations Director TPIA, Suryandi, raihan laba disumbang oleh meningkatnyanya pendapatan perseroan 20,11% dari US$ 949,107 juta di semester I-2010 menjadi US$ 1,14 miliar.
Hasil penjualan produk kimiat terintegtasi TPIA ini sebagian besar berasal dari pasar dalam negeri. Sementara total aset hingga akhir Juni mencpai US$ 1,6 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai dengan saat ini, perseroan masih terus menyelesaikan pembangunan pabrik butadiene pertama di Indonesia. Total investasi yang dihabiskan TPIA mencapai US$ 120 juta. Produksi akan dimulai Juni 2013, dengan kapasitas 100 ribu ton per tahun. Produksi akan butadiene dilakukan oleh anak perusahaan CAP, PT Petrokimia Butadiene Indonesia.
Produksi butadiene memang ditujukan untuk memenuhi pasar dalam negeri, yang hasilnya adalah bahan campuran untuk membuat karet sintetis dan menjadi salah satu komponen pembuat ban serta berbagai komponen otomotif lain. Selama ini, kebutuhan butadiene dalam negeri masih diimpor dari luar negeri seperti Jepang dan Korea.
(wep/ang)











































