"Kita masih bagus, dibandingkan Singapura dan Malaysia, dan yang paling parah di kawasan adalah Hongkong," ucap Ketua Bapepam-LK, Nurhaida, di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (27/9/2011).
Tren pelemahan IHSG telah terjadi sejak awal Agustus, atas memanasnya sentimen global akan kekhawatiran krisis di Eropa dan pertumbuhan ekonomi AS yang tidak sesuai harapan. Sempat bertengger di posisi 4.100, indeks kini bergerak pada area 3.200-3.300.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkembangan market tetap dalam pemantauan kami. Kami memantau perkembangan IHSG dibandingkan dengan indeks Bursa di regional untuk mengetahui posisi market kita," tegasnya.
Sebelumnya Kepala Riset Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, nvestor tidak perlu khawatir, karena indeks akan rebound dalam dua, tiga hari ke depan. Kekhawatiran investor asing yang melepas seluruh portofolio mereka di Bursa, tidak perlu diikuti oleh investor asing. Secara teknikal, valuasi saham-saham di BEI telah berada di titik terendah. Tinggal menunggu waktu saja untuk pembalikan arah.
"Bagi investor yang belum keluar, jangan panik. Biar aja investor asing itu kecele. Karena peluang rebound tetap tinggi, karena saham-saham sudah terlalu murah. Dalam beberapa hari akan terjadi rebound," paparnya.
Setelah sempat terjatuh cukup dalam, IHSG pagi ini sudah rebound. Mengawali perdagangan Selasa (27/9/2011), IHSG langsung melonjak hingga 99,498 poin (3%) ke level 3.415,635. Indeks LQ 45 juga menguat 21,689 poin (3,78%) ke level 595,842.
(wep/qom)











































