Jumlah saham yang dilepas mencapai 783 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp 200. Dana hasil IPO ini rencananya akan digunakan perseroan untuk membiayai belanja modal, restrukturisasi kontrak batubara, dan akuisisi wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Seperti dikutip dari prospektus ringkas perseroan Selasa (27/9/2011), masa penawaran umum saham akan dilaksanakan pada 21-25 Oktober 2011. Adapun tanggal efektif penawaran saham perdana perseroan tercatat per 20 Oktober 2011.
Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum tersebut sekitar 40% akan digunakan untuk biaya belanja modal berkaitan dengan infrastruktur dan pengembangan fasilitas penunjang wilayah IUP di Hub Muda antara lain pembebasan lahan dan penggunaan jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian sebanyak 27,5% dari dana akan digunakan untuk akuisisi wilayah IUP tambahan dan peningkatan kepemilikan pada anak perusahaan dan usaha yang berhubungan dengan pertambangan.
PT UBS Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities bertindak penjamin pelaksana emisi efek perusahaan.
Pemegang saham terbesar Atlas dimiliki oleh PT Calorie Viva Utama yang memegang 54,26% dari total saham. Atlas mencatat laba periode berjalan di 2010 sebesar Rp 13,3 miliar atau naik 21% dari periode 2009 yang tercatat sebesar Rp 10,4 miliar.
(dru/dnl)
