Demikian disampaikan Senior Vice President Investor Relations BRPT Agustino Sudjono di MidPlaza Jakarta, Rabu (28/9/2011).
"Tentu. Akan dilakukan secepatnya, kan agio kita semakin kecil atas hasil kinerja terakhir," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Merujuk surat dari Bapepam-LK kepada perseroan 10 Juni 2011, kami informasikan bahwa rencana kuasi reorganisasi perseroan belum dapat dilaksanakan," kata Salwati.
Dalam hasil laporan keuangan terbaru, Barito Pacific mencatat laba Rp 226,4 miliar. Angka ini meningkat lebih dari delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini tidak lepas dari total pendapatan perseroan hingga Juni 2011 yang mencapai Rp 10 triliun. Pendapatan naik 13,9% dari periode yang sama tahun lalu Rp 8,8 triliun.
Laba sebelum pajak juga naik 87,9% menjadi Rp 353,8 miliar, dari semester I-2010, Rp 188,3 miliar. Dimana posisi kas dan setara kas BRPT hingga akhir Juni mencapai Rp 1,29 triliun
Sedangkan pada laporan tahunan 2010, perseroan mencatatkan saldo defisit Rp 6,03 triliun. Dengan adanya saldo laba Rp 40 miliar dan penyesuaian nilai aset Rp 1,21 triliun. Sisa saldo defisit BRPT menjadi Rp 5,62 triliun.
Perseroan mengakui, rencana ini untuk memperbaiki neraca keuangan BRPT tanpa melalui corporate restructuring.
"Sehubungan dengan hal tersebut (kuasi reorganisasi), maka pelaksanaan agenda RUPS Luar Biasa akan kami beritahukan kemudian," tegasnya.
(wep/ang)











































