Menurut Direktur Keuangan SMGR, Ahyanizzaman, pihaknya berkeinginan untuk menerbitkan obligasi maksimal US$ 300-500 juta. Meski masih ada opsi lain dalam pemenuhan dana eksternal, seperti pinjaman perbankan atau Export Credit Agency (ECA).
"Bonds memang sangat menarik. Mereka (investor) tunggu corporate bonds kayak semen. Idealnya US$ 300-500 juta," ungkapnya di Hotel Ritz Calton, Jakarta, Rabu (28/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih lihat-lihat. Masih bisa juga ECA. Ini juga cukup menarik, dengan potensi US$ 500, 800 bahkan 900 juta juga bisa. Kita menghindari negative carry," kata Ahyanizzaman.
Meski demikian, perseroan masih memiliki cukup dana yang bersumber dari kas internal. Dana ini cukup untuk menyelesaikan pembangunan pabrik semen Tuban IV, yang kini telah 93,05% tahap penyelesaian.
"Sindikasi sendiri, kami masih memiliki dari Bank Mandiri total Rp 3,16 triliun. 60% sekitar Rp 1,6 triliun sudah terealisasi. Akan terpakai maksimum dua tahun," imbuhnya.
(wep/ang)











































