Hal ini disampaikan oleh Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito saat ditemui di Jakarta, Jumat (30/9/2011).
"Mereka sudah mini expose kemarin. Diterbitkan mungkin tentatifnya bisa Desember kalau semuanya lancar. Obligasi berdenominasi rupiah," ungkap Eddy di Jakarta, Jumat (30/9/2011).
Hadil penerbitan surat utang ini untuk membiayai proyek feronikel di Halmahera US$ 350 juta. Perseroan juga telah menunjuk tiga penjamin emisi(underwriter) atas obligasi ini. Penjamin emisi tersebut adalah Mandiri Sekuritas, Deustche Bank, dan Standard Chartered Bank Indonesia.
Proyek Halmahera ini membutuhkan investasi US$ 1,6 miliar. Sekitar US$ 600 juta rencananya akan didanai oleh PLN. Sementara sisanya US$ 1 miliar akan dibiayai dari internal Antam.
Proyek ini ditargetkan meningkatkan produksi nikel perseroan 27 ribu ton. Rencana ground breaking proyek ini adalah pada akhir 2011 dengan estimasi pengoperasian secara komersial Feronikel Halmahera akhir 2014.
(wep/hen)











































