Pelemahan yang terjadi pada perdagangan Jumat waktu setempat membulatkan koreksi yang sudah terjadi selama lima bulan terakhir. Koreksi terbanyak diderita oleh saham Morgan Stanley yang meluncur tajam terkait krisis di bank-bank Eropa.
Belum lagi data ekonomi dari China yang menyulut perlambatan ekonomi global. Indeks S&P 500 sudah kehilangan 14% di triwulan III ini, dan lebih dari 7% hanya di bulan September saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar sudah dihajar oleh kekhawatiran melambatnya ekonomi global serta krisis utang Yunani yang diperkirakan bisa menimbulkan dampak yang serupa dengan Lehman Brothers pada September 2008 lalu.
Rasa takut investor itu ditambah dengan adanya pengumuman dari China bahwa sektor manufakturnya menurun dalam tiga bulan berturut-turut.
"Mesin pertumbuhan ekonomi (global) selama ini adalah China, dan jika sampai melambat, akan sangat menakutkan," ujarnya.
Investor kini fokus kepada pengumuman mengenai tingkat inflasi di China, yang angkanya diprediksi naik lagi di September. Kekecewaan itu akan menjadi pukulan yang telak bagi pasar.
Saham-saham berbasis finansial berguguran, dipimpin oleh saham Morgan Stanley, yang jatuh 10,5% ke level US$ 13,51 atas reaksi investor terhadap buruknya situasi perbankan. Pertumbuhan tiga tahun sahamnya hilang sudah dalam sehari.
Pada perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 240,60 poin (2,16%) ke level 10.913,38. Indeks S&P 500 ambruk 28,98 poin (2,50%) ke level 1.131,42. Indeks Komposit Nasdaq terpleset 65,36 poin (2,63%) ke level 2.415,40.
(ang/ang)











































