Krisis Eropa Tak Kunjung Usai, Wall Street Anjlok

Krisis Eropa Tak Kunjung Usai, Wall Street Anjlok

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Sabtu, 01 Okt 2011 09:49 WIB
Krisis Eropa Tak Kunjung Usai, Wall Street Anjlok
Jakarta - Bursa saham Wall Street anjlok sangat dalam, lebih parah dari krisis tahun 2008 lalu. Jatuhnya pasar saham negeri paman sam itu dipicu oleh tak kunjung usainya krisis utang Eropa dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Pelemahan yang terjadi pada perdagangan Jumat waktu setempat membulatkan koreksi yang sudah terjadi selama lima bulan terakhir. Koreksi terbanyak diderita oleh saham Morgan Stanley yang meluncur tajam terkait krisis di bank-bank Eropa.

Belum lagi data ekonomi dari China yang menyulut perlambatan ekonomi global. Indeks S&P 500 sudah kehilangan 14% di triwulan III ini, dan lebih dari 7% hanya di bulan September saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenapa pasar sangat lembek dan lemah? Karena 08 (krisis 2008) masih sangat segar di ingatan semua orang," kata Pialang Senior di Knight Capital, Joseph Mazzella di Jersey City, New Jersey, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/10/2011).

Pasar sudah dihajar oleh kekhawatiran melambatnya ekonomi global serta krisis utang Yunani yang diperkirakan bisa menimbulkan dampak yang serupa dengan Lehman Brothers pada September 2008 lalu.

Rasa takut investor itu ditambah dengan adanya pengumuman dari China bahwa sektor manufakturnya menurun dalam tiga bulan berturut-turut.

"Mesin pertumbuhan ekonomi (global) selama ini adalah China, dan jika sampai melambat, akan sangat menakutkan," ujarnya.

Investor kini fokus kepada pengumuman mengenai tingkat inflasi di China, yang angkanya diprediksi naik lagi di September. Kekecewaan itu akan menjadi pukulan yang telak bagi pasar.

Saham-saham berbasis finansial berguguran, dipimpin oleh saham Morgan Stanley, yang jatuh 10,5% ke level US$ 13,51 atas reaksi investor terhadap buruknya situasi perbankan. Pertumbuhan tiga tahun sahamnya hilang sudah dalam sehari.

Pada perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 240,60 poin (2,16%) ke level 10.913,38. Indeks S&P 500 ambruk 28,98 poin (2,50%) ke level 1.131,42. Indeks Komposit Nasdaq terpleset 65,36 poin (2,63%) ke level 2.415,40.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads