Menurut Direktur BUMI, Dileep Srivastava, pembayaran cicilan pertama CIC akan dilakukan Oktober 2011. "Pembayaran cicilan dari pinjaman CIC pada bulan ini adalah prioritas utama. Akan segera membuat pengumuman resmi mengenai hal ini," kata Dileep dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/10/2011).
Tidak secara tegas Dileep menyebut dari mana dana US$ 600 juta tersebut. Meski demikian, Mandiri Sekuritas dari hasil riset yang dipublikasikan menyebut, pinjaman baru yang didapat BUMI berbunga 7-8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas raihan pinjaman baru ini, BUMI diprediksi akan meraih laba US$ 500 juta di 2011, dan kembali naik hingga US$ 589 juta pada tahun berikutnya.
Selain refinancing utang kepada CIC, perseroan juga masih mengincar pinjaman baru sebesar US$ 400 juta. Dana ini akan digunakan untuk PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).
Axis Bank Hong Kong, masih menurut Mandiri Sekuritas adalah pihak yang memberi utang kepada BUMI. Axis memberi bunga jauh lebih rendah, 7-8% dari utang dari debitur sebelumnya 12,5%.
(wep/dnl)











































