Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur Umar menegaskan, tidak ada pihak yang dirugikan dengan kuasi reorganisasi. Bahkan menurutnya, perseroan berpeluang membagikan dividen setelah kuasi.
"Pada hakikatnya, seluruh pemegang saham akan memperoleh banyak manfaat dari proses kuasi reorganisasi ini," ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (6/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, nilai nominal saham BNBR akan turun sekitar 43%. Nilai nominal saham seri A diturunkan menjadi Rp 2.850 dari sebelumnya Rp 5.000. Sementara saham seri B turun dari Rp 700 menjadi Rp 399. Seri C dari Rp 200 menjadi Rp 104.
"Investor dan pemegang saham, semuanya akan mendapat manfaat. Perseroan juga dapat menilai kembali seluruh aset dan kewajibannya," ungkapnya.
Atas kuasi reorganisasi, BNBR bakal menghapus defisit senilai Rp 34,9 triliun. Ini terdiri dari nilai defisit, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, dan rugi investasi jangka pendek yang belum terealisasi.
(wep/qom)










































