Saham Perdana Atlas Resources Rp 1.500-1.900 per Lembar

Saham Perdana Atlas Resources Rp 1.500-1.900 per Lembar

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Jumat, 07 Okt 2011 15:32 WIB
Jakarta - PT Atlas Resources Tbk memberi kisaran harga penawaran umum sahan perdana (Initial Public Offering) di level Rp 1.500-Rp 1.900 per lembar. Dengan demikian dana maksimal yang perseroan himpun sekitar Rp 1,48 triliun.

"Harga berada di level Rp 1.500-Rp 1.900 ," jelas Direktur PT Indopremier Securities, Moelyonoto The di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (7/10/2011).

Memang perseroan akan melepas saham IPO ke publik sebanyak 783,333 juta lembar. Jumlah ini setara dengan 25% dari modal disetor dan ditempatkan Atlas. Saat terjadi kelebihan permintaan, lanjut Corporate Secretary Atlas Aulia Setiadi, perseroan menyiapkan penjatahan lebih (over allotment) maksimal 15% atau 117,5 juta lembar.

Hasil penggalangan IPO, sekitar 40% digunakan untuk biaya belanja modal berkaitan dengan infrastruktur dan pengembangan fasilitas penunjang wilayah IUP di Hub Muda antara lain pembebasan lahan dan penggunaan jalan.

Selain itu, sebanyak US$ 25 juta akan digunakan untuk membayar biaya kompensasi atas restrukturisasi kontrak pemasokan batubara selama umur tambang kepada Noble menjadi kontrak pemasaran dan penjualan baru batubara.

Kemudian sebanyak 27,5% dari dana akan digunakan untuk akuisisi wilayah IUP tambahan dan peningkatan kepemilikan pada anak perusahaan dan usaha yang berhubungan dengan pertambangan.

Dalam prospektus ringkas perseroan disampaikan, masa penawaran umum saham dilaksanakan pada 31 Oktober - 2 November 2011, dengan tanggal efektif penawaran saham perdana perseroan tercatat per 27 Oktober 2011. Penjatahan di 4 November, dan distribusi saham secara elektronik 7 November. Sedangkan pencatatan saham rencananya dilaksanakan pada 8 November.

PT UBS Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities bertindak penjamin pelaksana emisi efek perusahaan. Pemegang saham terbesar Atlas dimiliki oleh PT Calorie Viva Utama yang memegang 54,26% dari total saham.

 Atlas mencatat laba periode berjalan di 2010 sebesar Rp 13,3 miliar atau naik 21% dari periode 2009 yang tercatat sebesar Rp 10,4 miliar. Produksi perseroan hingga April mencapai 430 ribu ton, dengan kapasitas 2,38 juta ton per tahun.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads