Menurut Corporate Secretary WIKA Natal Argawan, proyek pertama yang perseroan dapat adalah pembangunan jalan Batubara sepanjang 60 km di Kutai Barat, Kalimantan Timur, milik PT Gunung Bara Utama. Dengan total investasi Rp 311 miliar, proyek telah dimulai pada pertengahan September lalu.
Proyek kedua, berupa pembangunan terminal Liquid Propane Gas (LPG) milik PT Bosowa Duta Energasindo, anak usaha Grup Bosowa. Dengan total investasi US$ 70 juta, terminal LPG ini akan jadi yang terbesar di kawasan Timur Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai dengan September, orderbook perseroan mencapai Rp 1 triliun. Dimana total kontrak baru pada periode yang sama, mencapai Rp 9,1 triliun. Total ini setara dengan 73% dari target perseroan full year Rp 12,3 triliun.
Natal juga menyampaikan, proyek infrastruktur lain yang telah ada ditangan WIKA adalah Jakarta Outer Ring Road W2 Seksi I Kebun Jeruk-Meruya Selatan senilai Rp 178 miliar, serta pembangunan jalan di Sorong Papua, Rp 53 miliar.
Kemudian, untuk infrastruktur sipil, WIKA telah menyelesaikan pembangunan Tol Sumo Seksi 1-A (Waru-Sepanjang) milik PT Marga Nujyasmo Agung, perusahaan JV milik Jasa Marga, WIKA, dan Moeladi sepanjang 2,3 km.
"Saat ini WIKA sedang menyelesaikan Seksi IB dan Seksi 4 (Krian-Mojokerto). Selain itu WIKA juga akan berinvestasi untuk jalan Tol Serangan-Tanjung Benoa di Bali sepanjang 10 Km yang dibangun oleh PT Jasa Marga Bali Tol, yang merupakan konsorsium Jasa Marga, Pelindo III, Angkasa Pura I, Bali Tourism Development Center, Hutama Karya, WIKA dan Adhi Karya," tegasnya.
(wep/hen)











































