Sempat Stagnan, Saham SMR Utama Naik Gocap

Listing Perdana

Sempat Stagnan, Saham SMR Utama Naik Gocap

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 10 Okt 2011 09:46 WIB
Sempat Stagnan, Saham SMR Utama Naik Gocap
Jakarta - Perusahaan pertambangan PT SMR Utama Tbk (SMRU) pada pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/10/2011) stagnan atau tetap seperti harga awal pelaksanaan Rp 600.

Pada perdagangan saham pukul 09.35 JATS, saham SMR Utama berada di posisi Rp 650 per lembar, naik Rp 50 dari harga penetapan sebelumnya Rp 600 per lembar.

Saham SMRU hingga pukul 09.45 berada di posisi Rp 640. per lembar, dan sempat mencapai level tertinggi Rp 680 per lembar. Perseroan melepaskan saham perdananya sebanyak 500 juta lembar dengan total saham yang dicatatkan 1,5 miliar lembar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai penjamin pelaksana, SMRU telah menunjuk PT AAA Securities. SMRU dicatatkan pada papan sektor mining, dan sub sector metal and mineral mining. Perseroan berhasil menggalang dana Rp 300 miliar, dengan total kapitalisasi pasar SMRU Rp 900 miliar. Dalam proses penawaran umum, saham perseroan mencatat kelebihan permintaan 7,2kali.

Dana yang diperoleh dari penawaran tersebut sekitar Rp 250 miliar atau 87,72% dari total dana akan digunakan untuk menambah modal disetor. Dari Rp 250 miliar, sebanyak Rp 25,55 miliar atau 8,96% akan digunakan untuk menambah armada alat berat, yaitu 6 unit exacavator merk Caterpilar 320D, 3 unti buldozer merk Komatsu FD50-8.

Kemudian, sekitar Rp 25 miliar atau 8,77% untuk meningkatkan jumlah armada kendaraan yang meliputi 20 unit truk angkutan, dan 15 unit dump truk. Sebesar Rp 25 miliar atau 8,77% untuk peningkatan jalan di area pertambangan di desa Supul dan desa Noebesa Nusa Tenggara Timur.

Tak hanya itu, dana IPO juga rencananya akan digunakan untuk pembangunan stock pile dan fasilitas crushing & washing di area tambang sebesar Rp 20 miliar, sementara Rp 10 miliar atau 3,51%-nya untuk pembangunan kantor, tempat tinggal karyawan, kantin, klinik, tempat ibadah, pasokan air dan listrik serta sarana komunikasi. Sedangkan Rp 8 miliar atau 2,81% untuk biaya eksplorasi SMR, Rp 54 miliar atau 18,95% untuk modal kerja, dan Rp 82,45 miliar atau 28,93% untuk melunasi utang.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads