"Nilai tukar rupiah melemah 2,42% menjadi Rp 8.790 per dolar AS dengan volatilitas meningkat," ungkap Gubernur BI Darmin Nasution di Gedung BI, Jakarta, Rabu (11/10/2011).
Menurut Darmin, pelemahan nilai tukar rupiah tersebut masih sejalan dengan pergerakan nilai tukar mata uang negara kawasan. Tekanan terhadap rupiah, sambung Darmin dipengaruhi oleh meningkatnya faktor risiko global akibat kekhawatiran terhadap prospek ekonomi dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, Darmin menambahkan BI akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah guna mendukung terpeliharanya kestabilan makro ekonomi.
"BI memutuskan untuk menurunkan BI Rate 25 bps menjadi 6,50%. BI juga akan tetap menempuh langkah stabilisasi nilai tukar rupiah khususnya dari dampak gejolak pasar keuangan global," tutup Darmin.
(dru/ang)











































