Garuda Indonesia Experience, Kunci Peningkatan Penumpang

Garuda Indonesia Experience, Kunci Peningkatan Penumpang

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 12 Okt 2011 09:59 WIB
Garuda Indonesia Experience, Kunci Peningkatan Penumpang
Jakarta - PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) percaya diri akan terjadi peningkatan jumlah penumpang 30% sepanjang 2011. Apalagi setelah peluncuran Garuda Indonesia Experience, layanan yang memadukan suasana dan keramahtamahan khas Indonesia.

"Sampai akhir tahun pertumbuhan penumpang naik sekitar 30%, dari posisi akhir tahun ini 12,5 juta penumpang," kata Direktur Keuangan GIAA, Elisa Lumbantoruan di Hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Selasa (11/10/2011) malam.

Menurutnya, program ini terlaksana seiring transformasi Garuda Indonesia. Peningkatan pelayanan, tidak melulu basic need berupa armada, tapi juga pelayanan. "Ini perbaikan, yang ditargetkan human and delivery touch point," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lima keunikan yang ditonjolkan, lanjut Elisa, mulai dari wewanginan yang teraplikasi pada handuk basah, masakan hasil olahan koki William Wongso, hingga aplikasi emboss batik di kabin. Dengan demikian, akan terwujud peningkatan yield 10%, dalam jangka pendek.

"Pada saatnya nanti, orang akan mau bayar lebih mahal untuk naik pesawat. Aplikasi ini ada di seluruh penerbangan. Kami ingin ubah persepsi, yang naik Garuda bukan karena hanya lebih murah dari Chatay (Pacific), SQ (Singapore Airlines)," ucap Elisa.

Sampai Akhir Tahun, Garuda Kedatangan 4 Pesawat Baru

Setelah kedatangan satu pesawat Boeing 737-800 kemarin, Garuda masih menantikan empat armada lain yang mereka pesan. Rencananya pesawat ini akan hadir sebelum akhir tahun 2011.

Satu pesawat Boeing 737-800 segera datang di 17 Oktober. Dua armada dengan jenis serupa juga ter-delivery di Desember. Sementara Airbus 330-800 akan datang di November 2011.

"Dari Seattle akan datang lagi 17 Oktober ini. Dan spesial, kerana seri 737 yang pernah diterima Garuda ke-123. November Airbus 330-300, dan Desember Boeing 737-800, dua," tegasnya.

Garuda yakin, dengan bertambahnya armada akan terjadi peningkatan utilisasi pesawat dari 8,5 jam menjadi 11 jam seat per pesawat. "Market tumbuh terus, yang kurang Capacity, makanya kami tambah jumlah pesawat," imbuhnya.

Sementara, untuk penerbangan murah perseroan dalam balutan brand Citilink, menunjukkan peningkatan permintaan. Khususnya jalur reguler Jakarta-Surabaya.

"Citilink dengan Airbus A320, penuh terus. Karena kunci penerbangan LCC adalah kapasitas kursi yang seimbang, 180 sheet. Bukan lagi pada destinasi, tapi frekuensi. Untuk menjadi pengaruh, minimal harus tiga kali sehari," jelas Elisa.

"Dengan rute yang ada saja, kami kekurangan. Makan kita telah sepakat dengan lessor untuk datangkan empat Airbusss hingga akhir tahun, total 10 pesawat di 2011. Tahun depan 10 lagi. Ini untuk menambah frekuensi dengan rute yang ada, belum ada penambahan penerbangan," pungkasnya.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads