JPMorgan Seret Wall Street ke Negatif

JPMorgan Seret Wall Street ke Negatif

- detikFinance
Jumat, 14 Okt 2011 06:55 WIB
JPMorgan Seret Wall Street ke Negatif
New York - Indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup melemah setelah mengalami penguatan cukup signifikan. Namun Nasdaq menguat berkat lonjakan saham Vertex Pharmaceuticals Inc hingga 9,1%.

Koreksi indeks Dow Jones dan S&P 500 terjadi setelah keluarnya laporan keuangan JPMorgan dan data perdagangan di China menunjukkan pelemahan, sehingga menambah kekhawatiran dampak melambatnya pertumbuhan ekonomi pada perolehan laba.

Surplus perdagangn China tercatat mengecil untuk bulan kedua berturut-turut pada September karena angka impor dan ekspor sama-sama mencatat penurunan dari ekspektasi. Hal itu semakin menggarisbawahi melemahnya permintaan domestik dan global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sebagian analis menilai penurunan tersebut wajar karena indeks S&P 500 telah naik akhir-akhir ini. Seperti diketahui, indeks S&P 500 telah mencetak kenaikan terbesarnya dalam 7 hari sejak Maret 2009 didorong optimisme pemimpin Eropa akan segera menemukan jalan mengatasi krisis utangnya.

Pada perdagangan Kamis (13/10/2011), indeks Dow Jones ditutup melemah 40,72 poin (0,35%) ke level 11.478,13. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3,59 poin (0,30%) ke level 1.203,66 dan Nasdaq menguat 15,51 poin (0,60%) ke level 2.620,24.

Saham JPMorgan Chase & Co merosot hingga 4,8% menjadi US$ 31,60 dan menjadi penyeret terbesar Dow Jones. Penurunan harga saham bank terbesar kedua di AS itu terjadi setelah melaporkan pendapatannya yang turun selama kuartal III. Laporan keuangan tersebut sekaligus melengkapi kekecewaan investor terhadap laporan keuangan Alcoa.

"Ini masih awal, tapi seperti memiliki serangkaian pendapatan korporasi besar di tengah angka-angka makro ekonomi yang tidak terlali baik, sekarang mungkin kita melihat sedikit kurang baik dari laporan keuangan perusahaan," jelas Eric Kuby, chief investment officer North Star Investment Management Corp seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/10/2011).

Laba perusahaan yang sehat sejak Maret 2009 lalu merupakan faktor pendorong terbesar pada kenaikan saham-saham.

Perdagangan tidak terlalu ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 8 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads