Pasca Penyesuaian Penghitungan IHSG, Bobot Saham Telkom Bisa Turun
Senin, 12 Jul 2004 15:30 WIB
Jakarta - Pembobotan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) diperkirakan menurun dibawah 10 persen setelah Bursa Efek Jakarta (BEJ) melakukan penyesuaian penghitungan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Agustus nanti. Selama inisaham Telkom memberikan kontribusi untuk penurunan dan kenaikan IHSG sekitar 14 persen. "Kalau ada penyesuaian penghitungan IHSG, maka saham Telkom bobotnya bisa menjadi sekitar 9 persen dari saat ini, tapi setelah itu yang terbesar tetap ada Gudang Garam dan lainnya. Namun setelah ini saham perbankan yang telah berhasil rekapnya bisa juga memberikan kontribusi tinggi," kata Direktur Pencatatan BEJ Harry Wiguna di BEJ, Senin,(12/7/2004). Secara keseluruhan menurut Harry, penyesuaian penghitungan IHSG yang didominasi oleh masuknya saham-saham bank rekap akan mempengaruhi kenaikan dan penurunan terhadap IHSG sebesar 2-3 poin. "Malah kalau dilakukan tahun depan perubahannya bisa hanya satu poin, makanya sekarang sedang dikaji kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk penyesuaian penghitungan IHSG ," ujar Harry. Namun menurut Harry, dari diskusi yang dilakukan pelaku pasar, kebanyakan mengusulkan sekarang adalah saat yang tepat untuk penyesuaian penghitungan IHSG . Nantinya saham-saham bank rekap yang akan memberikan kontribusi terhadap pergerakan indeks yang cukup signifikan diantaranya Bank Danamon dan Bank Negara Indonesia (BNI). Beberapa Emiten Tunda Pencatatan di BEJ Harry juga menjelaskan, beberapa emiten seperti PT Kasa Husada Wira Jatim dan Bank Tabungan Pensiun Negara menunda rencana pencatatan sahamnya yang semula akan dilakukan pada semester I-2004. Penundaan tersebut karena manajemen ingin menyajikan kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan tahun 2003. "Mungkin ingin memakai kinerja per Maret 2004, sehingga pencatatannya ditunda tapi tetap dilakukan tahun ini juga," kata Harry. Sedangkan emiten yang sudah terlanjur publik ekspose wajib melakukan publik ekspose ulang karena emiten tersebut juga harus melakukan registerasi ulang di Bapepam. Seperti diketahui, PT Kasa Husada Wira Jatim, merupakan BUMD pertama yang akan melakukan IPO (Initial Public Offering). Pada saat publik ekspose PT Kasa Husada Wira Jatim, menawarkan 24,6 persen sahamnya kepada publik dengan harga di kisaran Rp 175-Rp 225. Kasa Husada Wira Jatim ini bergerak dalam produksi kapas dan tisu.
(nit/)











































