Demikian disampaikan Direktur Utama PTBA Sukrisno usai acara Sertijab Menteri BUMN di Kantor Kementerian BUMN, Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (19/10/2011).
"Persiapan sudah banyak, setidaknya financial closing sudah setuju mudah-mudahan ground breaking November atau Desember. Tahun ini harus ada ground breaking karena pembebasan lahan sudah bentuk tim," ungkapnya.
Menurut Sukrisno proyek rel kereta api batubara di Tanjung Enim ini harus cepat berjalan walaupun masih dalam pembicaraan dengan beberapa investor strategis. Pembicaraan tersebut dalam hal pendanaan.
"Yang perlu dicatat proyek ini harus jadi. Proyek ini tidak boleh mundur karena akan pengaruhi kebutuhan batu bara nasional. Kalau proyek itu jadi bisa mengangkut 25 juta ton," kata Dia.
Lebih jauh Dirinya menambahkan kebutuhan batu bara tersebut sekitar 50% untuk jangka panjang dan sisanya untuk PLN. Proyek tersebut diharapkan dapat selesai pada awal 2015 dengan bentang rel sepanjang 307 kilometer.
Adapun kontrak desain konstruksi (EPC) proyek itu telah ditanda tangani pada Maret 2010 senilai US$1,3 miliar.
(dru/ang)











































