Direktur Utama UNSP Ambono mengharapkan, utang baru ini dapat cair sebelum 1 November, saat utang obligasi perseroan sebesar US$ 185 juta jatuh tempo. "Tahap pertama kami akan cairkan sekitar US$ 215 juta," kata Ambono di Jakarta, Kamis (20/10/2011).
Ia menerangkan, total utang baru yang UNSP dapat sebesar US$ 250 juta. Utang didapat dari sindikasi (club deal) dari tujuh bank. Tiga bank diantaranya merupakan pemberi pinjaman utama, yaitu Credit Suisse Group AG, Raiffeisen Bank Internasional AG, dan Bank International Indonesia (BII).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian terjadi penghematan sekitar 2%, atau sekitar US$ 4 juta. Menurutnya, refinancing tersebut membuat arus kas UNSP lebih sehat. Kesepakatan pinjaman baru dari tujuh bank ini selama lima tahun.
Selain untuk refinancing, sisa utang US$ 30 juta dibayar untuk pembayaran utang bank. "Masih ada sisa untuk bayar utang juga, ke pihak bank," tegas Ambono.
(wep/ang)











































