Turunnya kinerja perseroan disebabkan oleh melemahnya pendapatan usaha perusahaan properti ini dari Rp 159,06 miliar menjadi Rp 151,31 miliar. Laba kotor memang menunjukkan pertumbuhan, meskipun tipis dari Rp 74,44 miliar menjadi Rp 78,88 miliar.
Beban operasi yang membengkak, menjadikan laba sebelum pajak perseroan turun Rp 2,53 miliar dari Rp 22,85 miliar menjadi Rp 20,32 miliar. Hingga 30 Juni total aset perseroan mencapai Rp 1,24 triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,18 triliun, sementara kewajiban GPRA naik dari Rp 575,47 miliar menjadi Rp 621,18 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu anak usaha lain, Dinamika Karya Utama saat ini tengah membangun mix use building, Serpong Town Square. Sedangkan, Bella Indah Gapura kini sedang menyelesaikan Gapura Prima Plaza, yang berlokasi di Slipi, Gatot Subroto.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 14.30 waktu JATS, harga saham GPRA stagnan di Rp 122 per lembar. Sahamnya ditransaksikan enam kali dengan volume 351 lot senilai Rp 21,011 juta.
(wep/ang)











































