CIMB Securities Tangani Tiga IPO US$ 1 Miliar

CIMB Securities Tangani Tiga IPO US$ 1 Miliar

- detikFinance
Kamis, 20 Okt 2011 16:43 WIB
CIMB Securities Tangani Tiga IPO US$ 1 Miliar
Jakarta - PT CIMB Securities Indonesia siap menjadi penjamin tiga penerbitan saham baru (Initial Public Offering/IPO) di tahun depan dengan nilai emisi US$ 1 miliar. Perseroan juga memfasilitasi dua penerbitan obligasi dengan total nilai Rp 1 triliun.

Demikian disampaikan Presiden Direktur CIMB Securities, Bernard Thien di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/11/2011).

"Tahun depan, tiga IPO, total US$ 1 miliar. Obligasi ada dua, semuanya Rp 1 triliun," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga calon emiten tersebut bergerak di bidang batu bara dan transportasi. Namun, ia enggan menyebutkan lebih lanjut porsi saham yang akan kliennya lepas ke publik. Sedangkan dua perusahaan yang akan menerbitkan surat utang, bergerak di bidang jasa keuangan.

Di saat yang sama, perseroan baru saja meluncurkan fitur baru, i*Trade@CIMB Cross Border dalam perdagangan online mereka. Fitur ini memungkinkan investor membeli bertransaksi di delapan bursa efek dunia, diantaranya SGX Singapura, Bursa Malaysia, Stock Exchange of Thailand (SET), HKSE Hongkong, NYSE, Nasdaq, Amex dan Arca.

"Kami ingin semua investor bisa bertransaksi di bursa di luar Indonesia. Karena saya sudah keliling, dan banyak yang bertanya bisa tidak membeli saham-saham dii luar negeri. Makanya kami luncurkan i*Trade Cross Border," jelas Vice President Channel & Business Development, CIMB Securities, Ricky Yanto.

Ia menerangkan, meski kondisi bursa global terus berfluktuasi tetap saja ada peluang untuk berinvestasi di saham-saham global. Investor pun dapat mengoleksi saham seperti Walt Disney, HSBC, IBM atau Singapore Airlines.

"Tidak hanya berinvestasi saham di bursa luar negeri. Tapi juga emas, futures, option," tegas Bernard.

Dengan tambahan fitur ini, perseroan pun berharap ada penambahan jumlah nasabah online, dari posisi saat ini 1.500 akun menjadi 2.000-3.000 akun di 2012. "Posisi nasabah online sekarang 1.000 nasabah, per September. Sampai akhir tahun bisa tambah 500, menjadi 1.500 nasabah. Tahun depan bisa 3.000," ucapnya.

"Kami terus melakukan investasi di teknologi untuk melengkapi platform. Kami juga menyediakan analisa fundamental, analisa teknikal di seluruh bursa, dimana kami ada cabang disana," imbuh Bernard.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads