Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 1,037 poin (0,02%) ke level 3.623,813. Investor masih menanti langkah pemimpin Eropa dalam menyelesaikan krisis utangnya.
Sayangnya, penguatan tipis IHSG itu hanya sesaat. Setelah menanjak ke posisi puncaknya di 3.622,867, bagai roller coaster indeks langsung meluncur tajam ke posisi terendahnya di 3.594,488.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil melakukan aksi tunggu, investor kembali mengurangi portofolionya sampai ada kejelasan mengenai penyelesaian krisis utang di Eropa.
Investor banyak bermain aman, pasalnya belum ada sentimen positif yang bisa menarik IHSG bergerak ke atas. Dua indeks sektoral menjadi pilar penopang jatuhnya bursa, yaitu indeks sektor infrastruktur dan agrikultur.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 49.466 kali pada volume 2,249 miliar lembar saham senilai Rp 1,884 triliun. Sebanyak 76 saham naik, sisanya 92 saham turun, dan 97 saham stagnan.
Situasi di Eropa yang semakin tidak menentu membuat bursa-bursa di Asia tertekan, hanya bursa saham Singapura yang menguat. Investor berharap pertemuan para petinggi Eropa bisa menghasilkan cara untuk menanggulangi krisis.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 13,41 poin (0,58%) ke level 2.317,96.
- Indeks Hang Seng turun tipis 4,33 poin (0,02%) ke level 17.978,77. Β
- Indeks Nikkei 225 turun 23,13 poin (0,27%) ke level 8.659,02.
- Indeks Straits Times menguat 11,67 poin (0,43%) ke level 2.705,68. Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 250 ke Rp 31.250, Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 15.800, Indocement (INTP) naik Rp 150 ke Rp 14.450, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 150 ke Rp 19.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.950 ke Rp 65.850, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 39.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 54.500, dan Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 650 ke Rp 13.050.
(ang/qom)










































