Krisis Eropa Tak Kunjung Usai, IHSG Lesu

Krisis Eropa Tak Kunjung Usai, IHSG Lesu

- detikFinance
Jumat, 21 Okt 2011 16:15 WIB
Krisis Eropa Tak Kunjung Usai, IHSG Lesu
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup akhir pekan dengan lesu, melemah tipis 2 poin. Krisis utang Eropa yang tak kunjung usai membuat investor lakukan aksi tunggu.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 8.855 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.860 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 1,037 poin (0,02%) ke level 3.623,813. Investor masih menanti langkah pemimpin Eropa dalam menyelesaikan krisis utangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, penguatan tipis IHSG itu hanya sesaat. Setelah menanjak ke posisi puncaknya di 3.622,867, bagai roller coaster indeks langsung meluncur tajam ke posisi terendahnya di 3.594,488.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 25,287 poin (0,70%) ke level 3.597,489. Investor memilih keluar sejenak sambil menunggu kepastian akan penyelesaian utang Eropa dalam pertemuan para pemimpin setempat.

Koreksi IHSG semakin sore semakin melambat, beberapa aksi beli pun terjadi. Namun sayangnya, aksi beli tersebut belum mampu mengangkat indeks ke zona hijau.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (21/10/2011), IHSG turun tipis 2,112 poin (0,06%) ke level 3.620,664. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 1,031 poin (0,17%) ke level 640,245.

Investor cenderung wait and see, sambil sesekali mengurangi portofolionya sampai ada kejelasan mengenai penyelesaian krisis utang di Eropa. Pertemuan para petinggi Eropa diharapkan bisa menghasilkan cara untuk menanggulangi krisis.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 100.973 kali pada volume 4,933 miliar lembar saham senilai Rp 3,614 triliun. Sebanyak 122 saham naik, sisanya 81 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Investor asing pun masih terlihat enggan menanamkan modalnya di dalam negeri. Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 300,494 miliar di seluruh pasar.

Pergerakan bursa-bursa di Asia tidak terlalu menggembirakan, beberapa masih ada yang terkena koreksi tipis. Beberapa busa saham ada yang mampu menguat, seperti bursa Hong Kong dan Singapura.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 14,09 poin (0,60%) ke level 2.317,28.  
  • Indeks Hang Seng naik 42,62 poin (0,24%) ke level 18.025,72.
  • Indeks Nikkei 225 turun tipis 3,26 poin (0,04%) ke level 8.678,89.
  • Indeks Straits Times menguat 21,57 poin (0,80%) ke level 2.715,58.  
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 300 ke Rp 31.300, Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 15.950, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 300 ke Rp 3.800, dan Modernland (MDRN) naik Rp 225 ke Rp 2.775.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.700 ke Rp 66.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 54.200, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 39.750, dan Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 600 ke Rp 13.100.
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads