Demikian disampaikan Direktur Keuangan BEI, Supandi, di Hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Rabu (26/10/2011).
"Trading floor habiskan dana Rp 57 miliar. Hampir tuntas, ada beberapa (big screen) yang belum terpasang," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti akan selesai Desember. Waktu penutupan perdagangan sudah bisa dipakai," ungkapnya.
Dana renovasi trading floor menjadi bagian dari total investasi yang Bursa lakukan sepanjang 2011. Total investasi di tahun ini diperkirakan menghabiskan dana Rp 140,37 miliar.
BEI juga telah melakukan pengembangan strategis pada sistem perdagangan JATS atau JATS-RT (termasuk sistem perdagangan derivatif). Selain itu otoritas Bursa telah mengembangkan datawareahouse.
"Investasi pengembangan disaster recovery centre AB sebagian besar juga telah direalisasikan pada tahun 2011, sehingga pada 2012 BEI lebih fokus pada investasi hardware," kata BEI dalam keterangan tertulisnya.
Investasi 2012 juga disepakati dalam RUPS luar bisa, sebesar Rp 49,72 miliar, atau turun 64,5% dari anggaran tahun 2011.
Tahun depan Bursa akan berinvestasi pada sistem IDXnet senilai Rp 9,21 miliar, sistem Securities Markets Automated Research Trading and Surveillance (SMARTS) Rp 5,5 miliar, dan sistem penanganan komplain Rp 1,69 miliar.
(wep/qom)










































