Bursa Sepi, IHSG Turun Tipis

Bursa Sepi, IHSG Turun Tipis

- detikFinance
Selasa, 13 Jul 2004 16:22 WIB
Jakarta - Pada penutupan perdagangan Selasa (13/7/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) turun 0,993 poin pada level 759,582. Penurunan indeks terutama dimotori anjloknya saham Telkom karena bobot emiten tersebut akan turun setelah BEJ melakukan penyesuaian penghitungan IHSG pada Agustus mendatang.Indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham yang paling likuid turun 0,124 poin pada level 166,060, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,545 poin pada level 127,607, Indeks Papan Utama (MBX) naik 0,066 poin pada level 206,316 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 0,775 poin pada level 170,548.Perdagangan di pasar reguler berlangsung sepi dengan transaksi sebanyak 9.430 kali pada volume 1.313.002 lot saham senilai Rp 485,822 miliar. Sebanyak 30 saham mencatat kenaikan harga, 59 saham mengalami penurunan harga dan 290 saham lainnya stagnan.Saham-saham yang mengalami penurunan harga di jajaran top loser di antaranya Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 7.450, United Tractors (UNTR) turun Rp 50 menjadi Rp 1.100, Bank Lippo (LPBN) turun Rp 25 menjadi Rp 500, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 25 menjadi Rp 700 serta Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 1.275.Sedangkan di deretan top gainer, saham-saham yang masih mencatat kenaikan harga antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 menjadi Rp 14.550, Indocement (INTP) naik Rp 50 menjadi Rp 1.800, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 50 menjadi Rp 5.250, Bank BCA (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 1.925 serta Energi Mega Persada (ENRG) naik Rp 5 menjadi Rp 305.Penurunan indeks hari ini dimotori anjloknya saham Telkom karena adanya sentimen negatif bahwa saham tersebut bobotnya akan berkurang dari selama ini 14 persen menjadi 9 persen, akibat penyesuaian penghitungan IHSG pada Agustus mendatang.Namun secara keseluruhan, pasar memang sepi sentimen positif sehingga investor memilih untuk lebih membatasi pembelian. Pasalnya, setelah euforia pemilihan presiden dan wapres usai, pasar kembali mencermati isu ekonomi global yang lebih dominan ketimbang isu lokal. (ani/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads