Menurut Direktur Utama Cipta Kridatama Boedi Santoso, hingga akhir Juni lalu produksi batubaranya sudah mencapai 4,6 juta metrik ton.
"Angka tersebut sudah naik 15% dibandingkan periode yang sama di 2010 yang sebesar 4 juta metrik ton," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/10/2011). Selama ini, anak usaha ABM tersebut telah mendapatkan kontrak sebagai kontraktor pertambangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cipta Kridatama memberikan kontribusi yang paling besar ke pendapatan kami,β ujarnya.
Selain Cipta Kridatama, ABM masih memiliki empat anak usaha lainnya yaitu PT Reswara yang merupakan perusahaan batubara, PT Sewatama yang bergerak di power solutions provider, PT Sanggar Sarana Baja yang merupakan perusahaan engineering service dan terakhir adalah PT CKB yang bergerak di sektor integrated logistics.
Ke depan, ABM akan mengembangkan Reswara yang saat ini sudah punya dua tambang batubara di Kalimatan Selatan dan Aceh. Cadangan terukur ditambang di konsesi Kalimantan Selatan mencapai 53 juta metrik ton dengan sumberdaya mencapai 167 juta metrik ton.
Sementara untuk tambang di Aceh, masih baru mulai tahap produksi. Di lokasi tersebut terdapat cadangan terukur sebesar 169 juta metrik ton dengan sumberdaya 455 juta metrik ton.
Akhir 2011 ABM Jual Saham ke Publik
Terkait dengan rencana penawaran umum saham perdanan alias initial public offering (IPO), ABM telah mengajukan dokumen ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sejak pertengahan tahun.
Menurut sumber di pasar, IPO ABM akan dilaksanakan di tahun ini setelah mendapatkan pernyataan pra-efektif dari Bapepam. Dalam gelaran IPO ini, anak usaha Tirta Marga Trakindo ini menunjuk Mandiri Sekuritas dan Macquarie Capital Securities Indonesia sebagai penjamin emisi.
(ang/dnl)











































