"Kondisi perekonomian yang baik telah memberikan peluang sekaligus tantangan bagi kami," kata Direktur Utama INDF Anthoni Salim dalam siaran pers, Jumat (28/10/2011).
Naiknya harga-harag bahan baku yang digunakan perseroan membuat marjin laba kotornya turun. Namun, naiknya laba usaha menjadi Rp 5,18 triliun dari sebelumnya Rp 4,64 triliun cukup membantu produsen Indomie itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat grup perseroan, yaitu Produk Konsumen Bermerek (CBP), Bogasari, Agribisnis dan distribusi mencatatkan pertumbuhan penjualan yang baik dan masingmasing memberika konstribusi sebesar 42%, 26%, 24%, dan 8% terhadap penjualan bersih konsolidasi.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 9.52 waktu JATS, harga saham INDF stagnan di Rp 5.650 per lembar. Sahamnya cukupaktif diperdagangkan sebanyak 521 kali dengan volume 9.472 lot senilai Rp 26,923 miliar.
(ang/qom)











































