Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan, Jumat (28/10/2011), penjualan salah satu usaha grup Sampoerna itu menmebus Rp 2,516 triliun di akhir September, naik dari Rp 1,369 triliun di tahun sebelumnya.
Beban pokok penjualan perseroan naik tinggi, mencapai Rp 1,6 triliun dari sebelumnya hanya Rp 885,34 miliar di triwulan III-2011. Tingginya beban ini menahan pertumbuhan laba kotornya, dari Rp 483,75 miliar menjadi Rp 914,28 di tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, laba operasi perseroan naik menjadi Rp 642,23 miliar ke triwulan III-2011, dibandingkan tahun sebelumnya Rp 360,37 miliar. Laba bersih per saham perseroan ikut terkerek menjadi Rp 245 per lembar, dari sebelumnya Rp 132 per lembar.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.38 waktu JATS, harga saham SGRO naik 25 poin (+0,81%) ke level Rp 3.075 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 228 kali sebanyak 5.280 lot senilai Rp 8,193 miliar.
(ang/hen)











































