Menurut Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, pendapatan meningkat sebesar 8% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 13,96 triliun disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan layanan data.
"Fokus kami secara konsisten terhadap perkembangan layanan data terlihat pada peningkatan layanan data sebesar 50% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan penggunaan layanan data. Saat ini, pengguna layanan data kami telah mencapai lebih dari separuh jumlah pelanggan kami," katanya dalam siaran pers, Jumat (28/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan yang mayoritas sahamnya dikuasai Axiata Investments, perusahaan asal Malaysia itu baru saja menandatangani fasilitas pinjaman dengan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 3 triliun untuk periode 3 tahun yang sebagian besar digunakan untuk pembiayaan kembali pinjaman. Rasio utang perusahaan tetap sehat dengan rasio hutang terhadap ekuitas sebesr 0,7x.
"Dengan adanya peningkatan minat terhadap penggunaan layanan data, kami telah mempercepat pembangunan infrastruktur," tambah Hasnul.
Perseroan berencana untuk mengeluarkan sekitar Rp 6 triliun untuk pembelanjaan modal di 2011. Lebih dari separuhnya akan ditujukan untuk bisnis layanan data dan akan dibiayai secara internal. Sampai dengan akhir September 2011, XL telah menggunakan belanja modal sebesar Rp 4,1 triliun.
(ang/dnl)











































