Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan GIAA, Jumat (28/10/2011), maskapai plat merah itu meraup pendapatan usaha sebesar Rp 18,116 triliun di sembilan bulan pertama tahun 2011, dibandingkan sebelumnya Rp 12,685 triliun.
Pendapatan terbesar masih disumbang penerbangan berjadwal, yang hingga triwulan III-2011 mencapai Rp 16,339 triliun, tumbuh 42% dibandingkan tahun lalu Rp 11,448 triliun. Sementara omzet penerbangan tak berjadwal justru turun dari Rp 102 miliar menjadi Rp 94 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba bersih per saham dasar emiten berkode GIAA itu ikut terkerek, dari Rp 8,61 per lembar di sembilan bulan pertama tahun lalu menjadi Rp 13,53 per lembar.
Pada perdagangan hari ini, hingga penutupan perdagangan sesi I, harga saham GIAA naik 25 poin (+6,17%) ke level Rp 430 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 968 kali dengan volume 74.345 lot senilai Rp 15,959 miliar.
(ang/dnl)










































