"Kita sudah dikontak oleh pihak sana (Libya), kata mereka sekarang sudah aman. Tapi kan yang paling mengerti aman dari kacamata kita itu Deplu (RI)," kata Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Argawan ketika dihubungi detikFinance, Sabtu (29/10/2011).
Seperti diketahui, WIKA menggandeng perusahaan lokal Libya, Solar Sahara Investment dalam mengerjakan mal senilai US$ 11,6 juta atau setara Rp 104,4 miliar. Proyek kerjasama dengan mitra Libya itu mempekerjakan sekitar 500 orang. Dari jumlah itu, 300 diantara pekerjanya warga negara Libya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, perusahaan plat merah itu sudah berniat untuk benar-benar membatalkan proyek tersebut. Namun, kata Natal, pihaknya akan berunding terlebih dahulu dengan Kemenlu sebelum mengambil langkah selanjutnya.
"Kalau situasinya sudah kondusif menurut Deplu, baru kita akan mulai lagi. Kalau sementara ini kita masih belum bisa bekerja (di Libya)," tambahnya.
(ang/nrs)











































