Pada perdagangan Senin (31/10/2011), dolar AS menguat hingga 4% ke level 79,18 yen, dibandingkan posisi akhir pekan lalu di level 75,82 yen. Dolar AS sempat menguat tajam ke level 79,49 yen sesaat setelah intervensi.
Bank Sentral Jepang melakukan intervensi setelah pagi tadi yen menguat tajam atas dolar AS hingga ke posisi tertingginya sejak perang dunia kedua. Dolar AS pagi tadi melemah tajam ke level 75,32 yen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun saya telah berulang-ulang mengatakan kami akan mengambil kebijakan melawan aksi spekulatif di pasar, langkah-langkah tersebut sayangnya masih berlanjut sehingga saya memerintahkan intervensi pada pukul 10.25 (waktu setempat)," ujar Azumi seperti dikutip dari AFP.
Analis mengatakan, cepatnya penguatan dolar AS pada hari ini hingga 4% menunjukkan nilai intervensinya cukup besar.
"Lonjakan dolar AS terhadap yang yang tajam dan besar menunjukkan ini adalah jumlah yang besar," ujar Sumino Kamei, analis senior dari Bank of Tokyo-Mitsubishi.
Intervensi yen tersebut juga berdampak pada rebound pasar saham. Hingga akhir sesi pertama, indeks Nikkei tercatat naik hingga 0,51%.
Intervensi ini dilakukan menjelang pertemuan para pemimpin negara-negara G20 di Cannes, Prancis pekan ini. Azumi mengatakan, intervensi itu merupakan langkah tunggal, namun ia mengaku selalu berhubungan dengan partner internasionalnya.
"Saya secara berkala berhubungan (dengan negara lain).. Saya selalu menegaskan posisi Jepang dan kepentingannya pada tingkat pejabat senior," ujarnya.
Sejak September 2010, Jepang tercatat sudah melakukan intervensi selama 3 kali untuk memperlemah mata uangnya. Penguatan tajam yen tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena bisa menggerus laba para eksportir dan membuat ekspor Jepang berkurang daya saingnya. Hal itu pada akhirnya dikhawatirkan mengganggu perekonomian Jepang yang masih rapuh setelah dilanda gempa dan tsunami 11 Maret silam.
(qom/ang)











































