Indosat Ngaku Sering Diprotes Pelanggan Soal Sinyal Lemot

Indosat Ngaku Sering Diprotes Pelanggan Soal Sinyal Lemot

- detikFinance
Senin, 31 Okt 2011 17:16 WIB
Indosat Ngaku Sering Diprotes Pelanggan Soal Sinyal Lemot
Jakarta - Direktur Utama PT Indosat Tbk (ISAT) Harry Sasongko mengakui sering kena protes dari pelanggannya terkait kinerja bisnis broadband, yaitu IM2. Masalah ini berpangkal dari belum rampungnya optimasi jaringan dan pergantian alat.

"Kita akui ada keluhan. Saya juga tukang komplain. Ini (layanan Broadband) prosesnya di bawah pak Hans," ucap Harry di kantornya, Jakarta, Senin (31/10/2011).

Namun demikian ia berjanji, perbaikan akan tuntas di akhir 2011, dan pelanggan pun segera dapat menikmati layanan data lebih lancar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita memang mengalami keterlambatan. Alat beli dan baru datang di Februari-Maret, dari rencana tahun lalu. Saat dipasang juga ada hambatan, karena teknisi," tegas Harry.

Indosat sejatinya percaya, layanan data menjadi kontribusi besar pada industri telekomunikasi ke depan. Diprediksi akan terjadi pertumbuhan signifikan pada penggunaan data.

"Kita tahu orang yang baru belajar internet juga dari hp (ponsel). Belum lagi pengguna BB (Blackberry) yang semakin banyak. Namun, kita tahu pertumbuhan infrastuktur juga berpengaruh pada sinyal BB," imbuhnya.

Sementara mengenai kepastian transaksi 4.000 menaranya, menurut Harry hal ini baru akan diketahui pada penghujung tahun ini. Hingga kini telah ada dua penawar (bidder) yang mengikuti seleksi tahap akhir.

Adanya dua penawar ini disampaikan Direktur Keuangan ISAT, Stefan Carlsson pada kesempatan yang sama. Namun sayang tidak ada sepatah katapun keluar, mengenai kedua perusahaan yang hendak membeli menara perseroan. Harry bahkan hanya menyebut, pengkajian masih terus dilakukan.

"Kajian masih dilakukan dalam sekali. Kepastiannya sebelum akhir tahun, sebelum liburan kami umumkan akan diapakan. Dikekepin (Pertahankan) atau gimana," ucap Harry.

Sebelumnya, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah terang-terangan tertarik pada menara ISAT. Direktur TBIG Helmy Yusman Santoso bahkan telah menyiapkan dana US$ 2 miliar sebagai investasi pengembangan jaringan perseroan, yang didalamnya termasuk opsi akuisisi menara milik ISAT.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads